Gerhana Matahari Terbesar Yang Dialami Rosululloh Muhammad SAW.

Gerhana matahari di jaman Rosululloh
Gerhana Matahari Terbesar Yang Dialami Rosululloh Muhammad SAW. Berdasarkan riwayat-riwayat sejarah dan hadis, Nabi Muhammad ﷺ hanya mengalami satu kali peristiwa gerhana matahari sepanjang hidupnya, yaitu ketika wafatnya putra beliau, Ibrahim (sekitar tahun 10 Hijriyah / 632 M).
📌 Kronologi singkat:
-
Saat itu terjadi gerhana matahari yang cukup besar.
-
Orang-orang mengira gerhana itu terjadi karena wafatnya Ibrahim (putra Nabi dari Mariyah al-Qibthiyyah).
-
Rasulullah ﷺ segera meluruskan kesalahpahaman itu dengan sabdanya:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari & Muslim)
📌 Dari peristiwa inilah kemudian dikenal shalat gerhana (khusuf/kusuf).
👉 Jadi, hanya sekali Nabi Muhammad ﷺ mengalami gerhana (gerhana matahari), dan tidak ada riwayat beliau mengalami gerhana bulan secara langsung.
Berikut ini adalah peta visibilitas gerhana matahari pada 27 Januari 632 Masehi, peristiwa yang terjadi saat Nabi Muhammad ﷺ masih hidup, yang juga dikenal sebagai Muhammad’s eclipse — gerhana matahari cincin (annular) yang dilewati oleh sebagian wilayah Jazirah Arab termasuk Madinah WikipediaNASA Eclipse.
Kronologi & Penjelasan Gerhana Matahari Terbesar Yang Dialami Rosululloh Muhammad SAW
1. Peristiwa gerhana dan wafatnya Ibrahim
-
Ibrahim, putra Nabi Muhammad ﷺ dari Mariyah al-Qibtiyah, wafat pada 29 Syawwal 10 H atau Senin, 27 Januari 632 M detikcomNelitiKompasWikipedia.
-
Pada hari yang sama terjadi gerhana matahari annular, yang secara astronomis tercatat sebagai gerhana yang terlihat sebagian — seperti sebagian wilayah Madinah Wikipedia+1NASA Eclipse.
-
Nabi ﷺ kemudian meluruskan keyakinan bahwa gerhana disebabkan oleh kematian Ibrahim, dengan sabdanya:
“Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang…”
(HR. Bukhari & Muslim) Wikipedia+1Suara AisyiyahKompas.
2. Apakah gerhana pernah terjadi sebelumnya atau setelahnya dalam masa Nabi ﷺ?
-
Berdasarkan data astronomi dan penelitian, selama masa Nabi Muhammad ﷺ (610–632 M), diketahui terjadi beberapa kali gerhana matahari:
-
Namun dari semua itu, hanya gerhana yang terjadi pada 27 Januari 632 M yang dijadikan fokus peristiwa historis dan termaktub dalam hadis; gerhana-gerhana sebelumnya tidak memiliki riwayat bahwa Nabi ﷺ melakukan salat gerhana atau memberikan penjelasan khusus tentangnya.
3. Shalat Gerhana oleh Nabi ﷺ
-
Dalam hadis disebutkan bahwa Nabi ﷺ memimpin shalat gerhana (shalat kusuf) dua kali sepanjang hidupnya:
Ringkasan
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Berapa kali Nabi ﷺ mengalami/bertemu gerhana? | Terdapat sekitar 4 gerhana matahari selama hidup Nabi ﷺ, tetapi hanya 1 kali yang dicatat secara langsung dalam hadis dan disikapi secara formal (yakni saat wafatnya Ibrahim). |
| Peristiwa yang paling dikenal | Gerhana matahari pada 27 Januari 632 M, coinciding dengan wafatnya Ibrahim — saat itu Nabi ﷺ meluruskan keyakinan mistis dan memimpin shalat gerhana. |
| Shalat gerhana dilakukan berapa kali? | Dua kali: gerhana bulan (625 M) dan gerhana matahari (632 M). |
Kesimpulannya: meski lebih dari satu gerhana terjadi semasa hidup Nabi ﷺ menurut data astronomi, hanya peristiwa gerhana pada 27 Januari 632 M yang diabadikan dalam riwayat dan menjadi momen historis penting. Kalau kamu ingin, saya bisa bantu tampilkan peta jalur gerhana lebih rinci atau membahas tata cara shalat gerhana menurut fiqh!

