Catatan Reshuffle Kabinet Dari Dekan Fakultas Fisipol UMY

Catatan Reshuffle Kabinet Dari Dekan Fakultas Fisipol UMY
Catatan Reshuffle Kabinet Dari Dekan Fakultas Fisipol UMY
Dekan Fakultas Fisipol UMY, Dr. Ridho Alhamdi memberikan catatan penting dari reshuffle kabinet ini. Adalah bahwa langkah Presiden Prabowo tampak tidak lahir sepenuhnya dari inisiatif internal pemerintah, melainkan dipicu oleh desakan kuat publik. Bahkan setelah muncul korban akibat kebijakan maupun kinerja kementerian tertentu.
“Apakah negara ini mau berubah setelah ada korban, apakah harus seperti ini baru ada perbaikan” Ucap Dr. Ridho Alhamdi menambahkan. Hal ini memperlihatkan empat hal sekaligus :
-
Tekanan Publik Semakin Kuat
Reshuffle ini menjadi bukti bahwa suara rakyat, terutama saat terjadi krisis atau korban nyata, punya daya tekan terhadap keputusan politik di level tertinggi. Publik tidak lagi pasif, melainkan menuntut akuntabilitas yang lebih transparan. -
Pemerintah Merespons, Tapi Cenderung Reaktif
Sayangnya, reshuffle lebih terlihat sebagai respons reaktif daripada langkah antisipatif. Idealnya, pemerintah melakukan evaluasi berkala untuk mencegah korban, bukan menunggu tekanan besar baru bergerak. -
Momentum untuk Reformasi
Jika reshuffle hanya dipahami sebagai strategi politik, kepercayaan publik bisa luntur. Tetapi bila benar dijadikan titik balik untuk memperkuat tata kelola, menutup celah penyalahgunaan wewenang, dan mempercepat pelayanan publik. Maka reshuffle ini bisa menjadi momentum penting. -
Arah Kebijakan ke Depan
Publik akan menilai kabinet baru bukan dari siapa yang duduk, melainkan dari hasil yang dirasakan: apakah korban tidak terulang, apakah kebijakan lebih berpihak, dan apakah pemerintah benar-benar mendengarkan rakyatnya.
Selain memberikan catatan Dr. Ridho Alhamdi juga memberikan apresiasi bahwa reshuffle kali ini lebih merupakan cermin bahwa demokrasi Indonesia masih hidup, karena desakan rakyat bisa mengubah arah politik. Tetapi apakah perubahan ini sekadar kosmetik atau benar-benar substantif, masih akan diuji waktu.

